A password will be e-mailed to you.

Bagi anak muda, putus cinta kadang menjadi momentum yang surealistik. Dari putus cinta itu bisa muncul energi yang luar biasa. Bisa saja menjadikan seseorang berlaku irasional.

Meskipun putus cinta serupa horor wewe gombel, namun di Semarang ada sejumlah tempat dengan momentum tertentu yang sangat tepat untuk memutuskan talian asmara dengan sang pacar.

Pentingnya memilih tempat dan momen ini, menurut psikolog Rumah Sakit St Elisabeth Semarang, Probowati Tjondronegoro, sebenarnya penting agar energi asmara yang awalnya meletup-letup bisa menjadi sebuah energi positif.

“Jangan sampai putus cinta menjadikan sesorang bunuh diri. Atau minimal menurunkan produktivitas dan merugikan pihak lain,” kata Probowatie.

Bertolak dari pendapat itu, Probowatie menyarankan agar anak-anak muda yang sedang mulai gandrung dan menunjukkan tanda-tanda hubungan akan berakhir untuk memilih sebuah tempat dengan momentum tepat.

Di Semarang ada sejumlah tempat yang relatif indah dan romantis sehingga dinilai cocok untuk menyatakan putus cinta. Mana saja?

 

Banjir Kanal Barat rutin menggelar pesta lampion tiap tahun. (foto : Vega Viditama)

1. Banjir Kanal Barat.

Pinggiran sungai Banjir Kanal Barat, memiliki pemandangan indah dan romantis di malam hari. Guyuran cahaya lampu yang temaram membuat suasana menjadi melankolis. Momen yang tepat adalah ketika digelar festival lampion di tempat ini. Alasannya sepele.

“Menghindari kesedihan yang sangat. Bagaimanapun ketika masih ada rasa malu, maka seseorang akan bertindak tegar di depan banyak orang. Ketika banyak orang dan ada rasa malu, diharapkan akan mengurungkan niatan untuk putus cinta,” kata Probowatie.

Memilih Banjir Kanal Barat untuk mendeklarasikan putus cinta sangat tidak salah, apalagi di area ini jika malam sering dipadati anak-anak muda yang sedang pacaran. Melihat kemesraan mereka yang sedang pacaran, sangat mungkin akan mengurungkan niat untuk putus cinta.

 

Adegan goro-goro dalam pementasan WO Ngesti Pandowo. (foto : Vega Viditama)

2. Gedung pertunjukan Wayang Orang Ngesti Pandowo

Kelompok Wayang Orang Ngesti Pandowo adalah salah satu dari tiga grup wayang orang yang masih bertahan hingga kini. Tempat ini bisa dipilih menjadi tempat putus cinta, tentu bagi mereka yang gemar dengan model drama tradisional. Pilih lakon wayang yang tepat agar suasana menjadi cair.

Saat menyampaikan putus cinta, tentu butuh waktu yang tepat. Sambil menonton pertunjukkan Wayang Orang yang menyediakan adegan Goro-Goro atau dagelan Punakawan, barangkali bisa menjadi salah satu pertimbangan.

“Mungkin akan terkesan kurang serius, karena menyampaikan putus cinta sambil tertawa-tawa. Tapi ini momentum bagus. Dengan demikian, putus cinta bisa dicegah kan?” kata Probowatie.

Pencahayaan panggung Ngesti Pandowo dan sepinya penonton, jelas akan menambah suasan menjadi melankolis. Namun hal ini dibutuhkan agar usai putus cinta tak benar-benar sedih.

 

Memandang senja dari lantai 7 Plasa Simpanglima Semarang. Seru. (foto : Vega Viditama)

3. Gedung Pancasila Lantai 7 Plaza Simpang Lima

Nah, ini tempat bagi yang benar-benar tak bermodal. Tempatnya berupa atap terbuka sebuah gedung berlantai tujuh. Di bagian atas itu terdapat ruang Wisma Pancasila yang merupakan asset milik pemerintah Kota Semarang.

Dari ketinggian lantai tujuh ini, bisa melihat suasana malam Simpang Lima dan sejumlah tempat lain di Semarang. Wisma Pancasila sendiri merupakan sebuah gedung pertemuan yang biasa digunakan untuk menggelar pesta pernikahan. Selain itu juga merupakan sebuah areal parkir yang luas.

“Pilih momentum ketika ada pesta pernikahan. Diharapkan ketika melihat momentum pernikahan, mungkin bisa mengurungkan niatan untuk putus cinta,” kata Probowati.

Dari lokasi-lokasi itu, sebaiknya keputusan untuk putus cinta memang membutuhkan pemikiran yang serius. Keputusan harus diambil tentu bukan karena emosi dan kekecewaan sesaat yang disebabkan hal remeh.

“Putus cinta dan patah hati itu kan menyakitkan. Tapi jangan lupa, ada yang lebih menyakitkan lagi. Penyesalan yang datangnya belakangan. Itu lebih menyakitkan. Jadi jangan gampang memutus cinta karena alasan remeh,” kata Probowatie.

 

Edhie Prayitno Ige

Penyair, Cerpenis, penulis, tetangganya pak Prapto.

Lewat ke baris perkakas